Masih..
Jujur, aku terheran, termangu, bingung. Menyadari betapa ego tidak becus dalam bekerja, mengontrol tidak karuan. Mengiyakan yang seharusnya tidak, mentidakan yang seharusnya iya! Entahlah, menganggap diri ini terlalu bodoh tidaklah cukup ternyata. Naif? Terlalu rendah, masih belum ada kata-kata yang bisa menggambarkan aku, mendefinisikan arti atas ketidakpastiannya diri ini. Berulang, dan terus diulang. Titik-titik hitam kini bertransformasi menjadi sebuah black hole, yg mungkin tak berjung. Entah, entah, sekali lagi entahlah, bisakah aku menggantinya? Masih.. To be continued...