Postingan

Masih..

Jujur, aku terheran, termangu, bingung. Menyadari betapa ego tidak becus dalam bekerja, mengontrol tidak karuan. Mengiyakan yang seharusnya tidak, mentidakan yang seharusnya iya! Entahlah, menganggap diri ini terlalu bodoh tidaklah cukup ternyata. Naif? Terlalu rendah, masih belum ada kata-kata yang bisa menggambarkan aku, mendefinisikan arti atas ketidakpastiannya diri ini. Berulang, dan terus diulang. Titik-titik hitam kini bertransformasi menjadi sebuah black hole, yg mungkin tak berjung. Entah, entah, sekali lagi entahlah, bisakah aku menggantinya? Masih.. To be continued...

Hey you, again

Well,  I'm just gonna continue what i've already start then. Bahasa mode on Diriku diri ini hidupku, mencari kebenaran diantara dunia yang penuh kepalsuan, terdengar klise memang, namun beginilah adanya. Sejenak kuakui aku jahat, tapi entahlah. Mengakui kejahatan benar-benar menguras sisa keberanian yang aku punya. Mengakui berantakannya diri ini cukup menyadarkan betapa perlunya hati dan jiwa ini dibenahi. Sulit memang, untuk kesekian kalinya aku berkata "TAPI", mencoba adalah hal yang paling menghibur hati kecil nan lembut ini agar ia berhenti berkecil hati seperti namanya. Agar ia bisa bertransformasi menjadi lebih besar, besar yang cukup untuk menahan keinginan bodoh sang diri yang selalu berusaha mengacaukan diri sendiri. Yeah to be continued again..

Hey you

Melihat segalanya dari sudut pandang diriku, the blind side terbangun tanpa di sadari.  Menolak memahami realita, menolak memahami dunia. Hanya ada aku, aku dan aku. Egoisme terbentuk, egosentris terpatri dalam memori sehari hari. To be continued...